Saat ini banyak profesi yang menggunakan software-software desain untuk mendukung pekerjaannya, baik 2 dimensi, maupun 3 dimensi. Pada kesempatan ini saya akan ulas masing-masing software tersebut.
1. AutoCAD
AutoCAD, merupakan software yang paling populer di kalangan Arsitek dan Desainer Interior, bahkan merupakan software yang wajib dikuasai bagi engineer di semua profesi engineer, seperti mechanical, architectural, civil, electrical, electronic, dan aeronautical. AutoCAD adalah sebuah aplikasi software CAD (computer aided design) dan drafting untuk menggambar model 2D dan 3D yang dikembangkan oleh Autodesk. Bila dianalogikan AutoCAD adalah pengganti meja gambar, dan alat alat gambar.
Sistem program gambar dapat membantu komputer ini akan memberikan kemudahan dalam penghasilan model yang tepat untuk memenuhi keperluan khusus di samping segala informasi di dalam ukuran yang bisa digunakan dalam bentuk laporan, Penilaian Bahan (BOM), fungsi sederhana dan bentuk numerial dan sebagainya. Dengan bantuan sistem ini dapat menghasilkan sesuatu kerja pada tahap keahlian dan yang tinggi ketepatan di samping menghemat waktu dengan hanya perlu memberi beberapa petunjuk serta cara yang mudah.
Gambar yang dibentuk melalui program autocad dapt diubah bentuk-nya untuk keperluan grafik yang lain melalui beberapa format seperti DXF ( Data Exchanged File), IGES, dan SLD. Tambahan pula membantu program ini juga, berkemampuan untuk membentuk dan menganalisa model pepejal dalam kerja-kerja reka bentuk kejuruteraan. Untuk memenuhi keperluan yang lebih canggih, perisian ini mampu membawa pengguna mengautomasikan kerja-kerja penggunaan pengaturcaraan sokongan seperti LISP, dan ADS untuk membentuk arahan tambahan tersendiri.
Pada AutoCAD under DOS ( untuk release 12 dan sebelumnya ), kita harus menghafal ratusan perintah termasuk fungsi dari perintah-perintah tersebut, dan menuliskan perintah tersebut setiap kali menggunakannya. Misalnya kita akan menggambar persegi panjang ,kita tuliskan perintah RECTANG lalu tekan enter pada command line. Pada AutoCAD under windows, cukup klik ikon pada toolbar. Coba bandingkan berapa waktu yang dapat di hemat?
Gambar yang dihasilkan oleh AutoCAD sangat akurat, karena dapat membuat gambar dengan ukuran hingga sepersekian millimeter. Saat menggambar dengan menggunakan AutoCAD, kita menggambar dengan skala 1:1, sementara pengaturan skala gambar dilakukan pada saat akan di plot.
Kelebihan AutoCAD adalah:
- Akurasi
Tingkat presisi (ketepatan) hingga 9 digit
- Praktis, mudah dan cepat
Fasilitas penggambaran dan pengeditan yang semakin lengkap, sehingga AutoCAD mampu menghasilkan gambar yang lebih cepat.
- Bersih dan Rapi
Gambar yang akan dicetak akan benar-benar bersih dan sempurna tanpa adanya bekas-bekas pengeditan, penghapusan, dsb.
- Ruang kerja Tak terbatas
Kordinat tertinggi yang dapat diinput 1099, hingga dapat membuat gambar sebesar & sebanyak apapun dalam ruang yang sama. Dapat dicetak bagian perbagian atau sekaligus dengan skala yang tepat.
- Fleksibilitas Skala
Gambar dapat dicetak berkali-kali dengan skala yang berbeda-beda tanpa harus membuat ulang gambar tersebut.
- Dokumentasi
Hasil gambar akan tersimpan secara permanen
- Mudah diduplikasikan
Mudah direvisi jika ada perubahan design tanpa menggambar dari awal lagi
Gambar dapat dibawa-bawa dengan mudah dan dapat diedit dimana saja dengan media penyimpanan external.
- Kompabilitas Yang Sangat Tinggi
Memungkinkan AutoCAD dapat diterima sebagaian besar program grafis lainnya.
Dapat dicetak dengan menggunakan hampir semua alat percetakan.
Kekurangannya, walaupun bisa juga digunakan untuk membuat gambar 3D, namun penggunaannya sangat rumit dan tidak praktis.
Tampilan AutoCAD 2013
- ArchiCAD
Dari namanya sudah bisa ditebak bahwa itu adalah software CAD yang mengkhususkan diri pada bidang arsitektur, karena perintah-perintah yang ada di ArchiCAD adalah elemen-elemen bangunan, yaitu dinding, kolom, balok, plat dan atap. ArchiCAD menjadi software yang sangat mudah digunakan dalam perancangan arsitektur dibandingkan software CAD umum. Jadi jika Anda ingin menggambar atau merancang rumah, ada baiknya Anda mempertimbangkan untuk mempelajari dan menggunakan ArchiCAD, ada banyak kemudahan yang dapat Anda peroleh dibandingkan jika Anda menggunakan software CAD umum seperti AutoCAD, SketchUp, Solidworks dan lain-lain, karena dengan software CAD umum setiap obyek harus benar-benar dibuat dari nol, dan walaupun bisa menggunakan library, kita tetap akan disulitkan bila kita menginginkan customized object. Permasalahan itu terjawab pada ArchiCAD yang dilengkapi dengan library komponen-komponen bangunan dan interior juga komponen pencahayaan yang berbasis parametric object. Dengan obyek yang memiliki parameter, dengan mudah kita mengubah detail ukuran sesuai dengan kebutuhan dengan cara yang sangat mudah (bagi yang menguasai Solidworks pasti memahami arti dari parametric object). Konsep parametric object ini sangat bermanfaat ketika kita melakukan proses modifikasi desain, contohnya: apabila kita hendak menggeser posisi pintu atau mengubah ukuran jendela yang telah terpasang pada dinding, maka lubang pada dinding akan secara ostomastis ikut bergeser dan berubah ukuran tanpa ada tambahan perintah. Tentu hal ini tidak bisa dilakukan dengan software AutoCAD dan software CAD umum lainnya.
Keistimewaan ArchiCAD:
- saat menggambar kita hanya menggambar denah, sementara tampak dan perspektif secara otomatis dibuat oleh ArchiCAD. Untuk gambar potongan juga dapat dengan mudah dilakukan karena hanya tinggal menentukan garis potongan dan arah potongan (potongan bisa juga berupa gambar 3 dimensi/isometric). Yang harus diperhatikan dalam menggunakan ArchiCADadalah kita harus teliti dalam men-setting tinggi objek dan elevasi.
- lebih mudah saat menggambar bangunan bertingkat banyak, karena dapat disetting ketinggian masing-masing lantai (masing-masing lantai berada pada layer yang berbeda secara otomatis) dan kita dapat menduplikasi denah dari denah lantai sebelumnya. Dengan pemisahan gambar per lantai ini lebih memudahkan bila kita ingin mengedit tiap-tiap lantai.
- Gambar yang dihasilkan berupa dua output (window), 2D (pandangan atas) dan 3D (interaktif), di mana kedua output itu aktif secara bersamaan dan saling terhubung, artinya kita bisa membuat gambar pada window manapun, dan masing-masing window yang lain akan saling meng-update satu sama lain secara otomatis.
- Untuk presentasi, tersedia fasilitas render dengan kualitas yang sangat baik, dengan output berupa image atau movie. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, Grafisoft telah mengeluarkan software renderer khusus yaitu Artlantis yang bisa me-render berbagai format gambar (tidak cuma gambar keluaran ArchiCAD). Software ini juga dilengkapi dengan fasilitas flytrough, yaitu fasilitas untuk membuat animasi pasif (obyeknya diam, kamera yang bergerak) dari gambar yang telah kita buat
- Dilengkapi dengan fasilitas penghitungan Bill Of Material atau RAB, yang kata orang formatnya cukup bagus dan bisa diterima para arsitek atau kontraktor kita.
- Satu lagi yang lebih keren : Fasilitas GDL. Kependekan dari Geometric Description Language, yaitu pembuatan obyek dengan menggunakan script bahasa pemrograman, mirip kita dulu menggambar obyek dengan program Pascal atau bahasa C, hanya saja bahasa GDL jauh lebih sederhana. Mengapa dibilang keren? Karena dengan obyek yang didefinisikan dengan bahasa program, ukuran file menjadi sangat kecil, karena hanya memuat teks saja, oleh karenanya akan sangat mudah untuk disebarluaskan. Sangat berbeda bila kita mau share obyek yang kita gambar menggunakan software AutoCad misalnya, tentu repot kalau kita hendak mengunggah obyek mobil dengan bentuk yang rumit dalam format *.dwg/dxf, karena file-nya akan sangat besar. Konsepnya sama persis dengan konsep penggambaran obyek menggunakan software PDMS (software khusus untuk mendesain platform kilang pengeboran minyak), yang keluaran hasil gambarnya juga berupa teks dengan extension file *.txt atau *.mac.
- 3D Studio Max
3D Studio Max atau biasa dikenal dengan 3D Max adalah suatu software (Perangkat lunak) untuk membuat sebuah grafik vektor 3 dimensi dan animasi. ditulis oleh Autodesk Media & Entertainment, dulunya dikenal sebagai Discreet and Kinetix. 3D Studio Max dikembangkan dari pendahulunya yaitu 3D Studio for DOS, tetapi untuk platform Win32. Kinetix kemudian bergabung dengan akuisisi terakhir Autodesk, Discreet Logic. Yang sampai saat penulis membuat artikel ini yang terbaru adalah 3D Studio Max versi 9. Para desain grafis banyak menggunakan software ini digunakan untuk membuat sebuah
Software ini populer di kalangan propesional modelling, karena 3D Max dapat menghasilkan gambar dengan kualitas yang sangat bagus, realistik, dengan pencahayaan dan bayangan yang akurat. Selain menghasilkan gambar, 3D Max juga biasa digunakan untuk membuat sebuah film animasi, arsitektur rumah, ataupun membuat logo suatu perusahaan. Beberapa karya terkenal industri perfilman membuktikan bahwa 3D Max Studio merupakan the best of 3D maker, seperti X-Men, The Matrix, Dr. Doolittle 2 dan masih banyak lagi. Software ini juga merambah industri game. Penggemar game konsol Playstation 2 tentu mengenal Guitar Hero I & II. Keduanya juga dibuat dengan menggunakan software 3D Max Studio.
Untuk menjalankan aplikasi ini membutuhkan spesifikasi komputer yang cukup tinggi agar mendapat kenyamanan saat menggunakannya. Karena banyak proses yang membutuhkan grafik yang tinggi untuk melakukan rendering dan sebagainya.
Kelebihan:
- Mampu membuat objek Virtual secara 3 dimensi dan bentuk dapat diubah sesuai keinginan.
- Mampu memberikan kesan material mendekati aslinya seperti material kayu, batuan, dan tanah.
- Mampu memberikan efek-efek khusus pada hasil akhir produk seperti efek cahaya dan bayangan, efek atmosfir seperti api, kabut dan lighting.
- Dapat menjalankan proses animasi, gambar dapat digerakan dan dirubah bentuknya serta diatur proses animasinya.
Kekurangan:
3D Studio max mungkin bagus untuk pemula dan dapat membuat karakter efisien dan cepat, tetapi memiliki beberapa kelemahan bahwa harus dipertimbangkan. Dibandingkan dengan Maya 3D, kemampuan untuk membuat karya visual dengan pencahayaan kompleks adalah proses yang lebih lama dan lebih membosankan. Membuat lanskap juga dapat sedikit karena sulit untuk kamera. Kamera memiliki kecenderungan untuk memperbesar dan keluar dengan cara kereta jika benda-benda besar diimpor atas benda kecil dalam program ini. Kebanyakan Arsitek hanya menggunakan 3D Max untuk rendering gambar 3 dimensi yang dihasilkan dari ArchiCAD, karena untuk membuat objek di 3D Max lumayan rumit.
- Google SketchUp
Google SketchUp, sangat populer belakangan ini, keistimewaanya adalah dapat menghasilkan gambar 3 dimensi dengan cepat dan praktis. Software ini sangat mudah dipelajari, saya hanya memerlukan waktu satu hari untuk mempelajari software ini. Google Sketchup yaitu sebuah software desain yang mengarah pada pengolahan gambar 3D, yaitu pengolahan gambar illustrasi sebuah bangunan ataupun yang lainnya, (lebih sering digunakan untuk pengolah gambar-gambar gedung).
Hasil Rendering
Google SketchUp cocok bagi Arsitek maupun mahasiswa arsitektur dan desainer interior dalam membuat gambar studi, atau konsep desain. Kita dapat men-download component software ini dari website-nya google (gratis dan komplit).
KELEBIHAN:
- dalam segi kapasitas sortware ini cenderung lebih ringan di bandingkan dengan yang lain
- dalam segi interface google sketchup lebih familiar, mudah di ingat dan Simple, jadi jika anda yang baru mengenal dan ingin mencobanya pasti anda tak akan kesusahan dalam mengoprasikannya
- Google Sketchup banyak menyediakan berbagai fasilitas Gudang gambar 3D atau Warehouse 3D, disana kita bisa berbagi dan mengunduh gambar-gambar yang sudah ada yang dibuat oleh kontributor-kontributor dunia, yaitu kumpulan gambar objek seperti meja, kursi, televisi, gedung tinggi dll, dan juga landmark sebuah kotapun tersedia di sana, dan anda pun bisa berkontribusi di dalamnya, seperti mengupload gambar anda yang sudah ada ke gudang gambar 3D.
- Google Sketchup menyediakan lahan untuk sebuah bangunan-bangunan nyata seperti gedung-gedung tinggi di sebuah negara, yang di gabungkan ke dalam salah satu produk Google lainnya yaitu Google Earth, di sana kita bisa lihat secara langsung gedung-gedung 3D yang sudah dibuat oleh kontributor-kontributor Google Sketchup di Warehouse
- Banyak open source plugin yang mendukung dan melengkapi kinerja google sketchup
- Hasil gambar dari sketchup tidak hanya melulu berbentuk sketch namun juga bisa menjadi realistic atau hampir nyata bahkan mirip sekali dengan photo akan tetapi dengan bantuan Plugin renderer seperti VRay, maxwell, dll.
- Terdapat fitur import file ke ekstensi 3ds (untuk 3ds max), dwg (untuk autocad), kmz (untuk google earth), pdf, jpg, bmp, dxf, dan lain-lain.
KEKURANGAN:
- Karena kesederhanaan sketchup menjadikan susahnya pemodelan tingkat lanjut meski memakai plugin sekalipun
- Terjadi crash apabila terdapat banyak permukaan patch dan vertex (kasus ini terjadi apabila mengimpor model tingkat lanjut misal model manusia dari 3ds max ke google sketchup )
- Hasil gambar kurang memuaskan.
- Revit Architecture
Revit Architecture merupakan aplikasi building information modeling (BIM). Aplikasi BIM lebih dari sekedar aplikasi 3D modeling. Jika anda bekerja dengan model 3D, anda hanya dapat menggunakannya untuk visualisasi. Sementara dengan BIM, anda dapat melakukan jauh lebih banyak.
Berbeda dengan AutoCAD yang merupakan aplikasi CAD untuk umum, aplikasi BIM didesain khusus untuk para arsitek dan insinyur yang berkaitan dengan bangunan. Secara ringkas, BIM dapat diartikan kita membuat dan menggunakan model virtual dari bangunan. Sama seperti halnya jika kita membangun bangunan sesungguhnya, kita juga melakukan hal yang sama di Revit.
Karena kita membuat model bangunan sesungguhnya, kita dapat mengambil data apapun yang kita butuhkan dari model tersebut. Denah, tampak, potongan, schedule (bill of quantity) adalah sebagian dari data yang dapat kita gunakan. Lebih jauh, kita dapat menampilkannya dalam color fill, perspektif 3D, raytraced image (atau rendering), detailed drawing, dan hampir semua yang kita butuhkan dalam mendesain bangunan. Revit juga mendukung penggunaan aplikasi analisis seperti analisis struktur, analisis green building, heat load (beban pendingin/pemanas ruangan), dan berbagai analisis lain. Pendeknya, sebelum kita membuat bangunan sesungguhnya, anda dapat menganalisanya terlebih dahulu dengan membuat model Revit! Karena Revit Architecture memang didesain untuk arsitek, kita dapat bekerja seperti yang biasa dilakukan arsitek. Termasuk cara konvensional, yaitu dengan mendesain layout denah.
Meski kita bekerja dengan cara konvensional 2D, kita akan langsung memperoleh model 3D. Dengan demikian, anda dapat melihatnya sebagai tampak. Kita juga dapat mendefenisikan garis potong untuk memperoleh gambar potongan. Semua hanya dilakukan dalam satu kali kerja.
Data lain yang akan sangat berguna bagi kita adalah schedule. Revit dapat menghitung objek-objek arsitektur yang kita letakkan di model anda. Kita dapat mengetahui berapa volume dinding, jumlah pintu dan jendela, tanpa harus menghitungnya secara manual.
Yang paling menyenangkan, kita dapat melihat bangunan kita dalam bentuk perspektif dari sudut manapun. Kita cukup mendefenisikan posisi kamera anda. Hal ini akan sangat menyenangkan bagi desainer dan pemilik proyek. Pemilik proyek dapat lebih mudah memahami maksud desainer dengan melihat model 3D. Tentunya jauh lebih mudah dipahami daripada melihat gambar denah saja.
Pada Konferensi Desain VisMasters, Modeling dan Visualisasi, Autodesk menggarisbawahi mengenai bagaimana para arsitek di seluruh belahan dunia menerapkan perangkat lunak Revit Architecture untuk membangun model informasi (building information modeling – BIM) dan 3ds Max Design untuk visualisasi 3D.
Lebih dari 300.000 arsitek, perancang dan pakar teknik telah menerapkan platform Revit untuk BIM. Shop Architects dan Archaus Architects adalah perusahaan-perusahaan yang telah memperoleh manfaat dari alur kerja Revit Architecture dan 3ds Max Design.
Kombinasi kekuatan antara Revit Architecture dan 3ds Max Design memberikan ruang bagi para perancang untuk menyusun BIM di dalam prosesnya. Bila digunakan bersama-sama, maka produk tersebut juga mempertajam gambar elemen, tekstur, dan alat modeling untuk mempercepat proses salinan gambar, dan juga memberikan ruang pada perancang untuk menganimasi objek atau memberikan efek khusus dalam menceritakan kisah utuh dari rancangannya.
“Penggunaan Revit Architecture dan 3ds Max di dalam proyek ini membuat kami mampu menganalisis serta menguji beberapa pilihan desain dengan cepat dan mudah,” jelas Erin Collins, arsitek proyek Archaus Architects. “Komponen kelompok dan dokumen referensi terkait digunakan secara ekstensif untuk unit modular, baik pada perangkat lunak Revit Architecture maupun 3ds Max Design. Dengan demikian, kami dapat mengubah dan memperbaiki model dalam hitungan menit saja.”
Kedepan, Autodesk berharap makin banyak arsitek di seluruh dunia yang menggunakan Revit.
- Mental Ray
Mental Ray merupakan sebuah render engine (mesin untuk merender gambar atau video) yang terdapat pada program 3D Studio Max, selain render standar max yaitu “Default Scanline”. Mental Ray terintegrasi dengan 3D Studio Max sehingga tidak perlu menginstal secara terpisah. Mental ray mempunyai beberapa kelebihan yaitu dapat mengkalkulasi efek Global Illumination dan Indirect Illumination, selain itu dapat juga menggunakan shader pada permukaan gambar atau cahaya. Render engine lain selain Mental Ray adalah V-Ray, Brazil R/S, Maxwell Render, Final Render, dan sebagainya. Semua render engine ini memiliki kelebihannya masing-masing. yang terbaru dari 3dsmax adalah 3dsmax9
MentalRay rendering engine pada Revit
Rasanya tidak ada yang meragukan MentalRay rendering. Banyak yang berpendapat, bahkan VRay tidak bisa menyaingi MentalRay. Kelebihan VRay mungkin pada rendering setup yang cepat. Tapi hasil rendering? MentalRay masih lebih baik. MentalRay di Revit ternyata tetap powerful, tapi penggunaannya sangat simpel. Rasanya, cukup pantas disebut MentalRay untuk arsitek. Tidak perlu ribet mengatur lighting, atau material seperti di Max. Semua predefined untuk arsitektur! Rasanya saya berani bilang, dengan Revit Architecture 2009, semua arsitek bisa membuat photorealistic rendering!
- Material Setup
Material setup di Revit sangat mudah. Mungkin banyak orang merasa tidak perlu lagi membuat material sendiri. Banyak sekali template material yang bisa digunakan! Gak perlu pusing mikir skala pattern dan bump!
- Lighting Setup
Lighting di Revit juga mudah. Semua komponen lighting akan memberikan efek cahaya seperti sesungguhnya. Terutama jika menggunakan photometric lights (IES) yang ‘physically correct’. Meski demikian, bisa ada pros dan cons tentang ini. Pro-nya tentu saja setup pencahayaan yang realistik menjadi sangat simpel. Con-nya, kita harus meletakkan artificial light seperti sesungguhnya. Jika butuh 100 lampu, tentu waktu render menjadi sangat lama.Di program lain, hal ini dapat diakali dengan point atau omni light. Dan lampu cukup diberi efek ‘self illumination’. Di Revit bukannya tidak bisa, tapi anda harus membuat family berupa area light atau point light khusus untuk ini. Butuh kemampuan untuk membuat family sendiri di sini.
- Rendering Setup
Rendering setup sangat simpel. Cukup memilih kualitas rendering (draft, low, best, etc) yang sudah pre-defined. Bagi yang sudah mahir, dapat mengutak-atik sendiri, tentu.
- Lighting scheme juga cukup simpel. Anda cukup memilih interior atau exterior, dan apakah lighting dari matahari atau artificial light.
Yang menarik, di sini tersedia juga post-rendering process. Sesudah image jadi, jangan khawatir kalau hasilnya terlalu gelap atau warnanya kurang bagus. Anda dapat mengubah exposure, saturation, dll. Sangat membantu!
- Bagi yang sudah menggunakan Revit sebelumnya, ada beberapa hal yang mungkin anda rasakan menghilang. Ya, kita tidak dapat memberikan background image, ground plane seperti saat Revit masih menggunakan AccuRender. Beberapa option untuk environment hilang. Anda dapat lihat sendiri bahwa pilihan untuk environment menjadi sangat sedikit. Dan meski tidak banyak yg menggunakannya, anda sekarang juga tidak dapat lagi membuat panoramic view dari Revit.
- Corel Draw
Corel Draw adalah sebuah program komputer yang melakukan editing pada garis vektor. Program ini dibuat oleh Corel, sebuah perusahaan software yang berkantor pusat di Ottawa, Kanada. Jika berbicara masalah kegunaan Corel Draw, sebenarnya ada cukup banyak dan bahkan bisa dikatakan sangat banyak. Namun bagi para penggunanya, program Corel Draw seringkali dimanfaatkan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan dibawah ini, yaitu:
- Menciptakan desain logo atau simbol, yang mana ini adalah kegunaan Corel Draw yang paling banyak dimanfaatkan oleh penggunanya, terutama pembuatan logo dua dimensi karena kemudahannya dalam mengolah garis dan warna.
- Membuat desain undangan, brosur dan lain-lain juga menjadi suatu kegunaan dari program Corel Draw. Media publikasi offline lainnya juga menggunakan Corel Draw sebagai alat untuk mendesain. Corel Draw memiliki banyak jenis font yang dapat memudahkan desainer untuk mengeksplorasi imajinasi desain dan tulisan yang akan dibuat.
- Membuat cover buku juga dapat dilakukan di Corel Draw. Dengan Corel Draw maka tugas desain akan menjadi mudah karena dapat memanfaatkan desain sampul dan teknik pewarnaan yang lebih sempurna oleh Corel Draw. Detail gambar pun akan terlihat lebih jelas.
- Pembuatan gambar ilustrasi juga dapat dilakukan dengan Corel Draw. Gambar yang dihasilkan lebih berkualitas, terutama ketika berhubungan dengan lengkungan, garis atau sudut. Ukuran yang diperoleh dijamin sangat akurat.
Keunggulan:
- Gambar yang dihasilkan dengan vektor atau berbasis vektor bisa ditekan pada tingkat yang paling rendah namun hasilnya tidak kalah dengan gambar yang berbasis bitmap atau raster.
- Penggunaan Corel Draw, terutama pada tool-tool yang ada di dalamnya lebih bersifat freehand sehingga sangat mudah dipahami oleh penggunanya, bahkan oleh orang yang baru pertama menggunakannya.
- Corel Draw sangat baik untuk mengkolaborasikan antara tulisan dengan gambar, seperti layaknya Adobe Photoshop.
- Gambar yang dihasilkan oleh CorelDraw tidak akan pecah apabila diperbesar.
- Seleksi layer dalam CorelDraw sangat mudah, sehingga dapat mengedit beberapa layer sekaligus.
- Ukuran file yang kecil, meskipun gambar dalam file berukuran besar.
- Banyaknya pengguna Corel Draw, membuat adanya komunitas dengan jumlah anggota yang besar. Hal ini akan membuat kita tidak kesulitan jika ingin mempelajari Corel Draw lebih mendalam karena banyak ditemukan tutorial, tips dan trik yang diproduksi oleh pengguna lain.
Kekurangan yang sering muncul:
- memakan memori dan resource lain yang sangat besar apalagi bila gambar yang sedang dibuat mempunyai detail yang banyak. Pada PC yang low end penggunaan CDR sering menimbulkan pesan ‘crash’ pada system bahkan dalam proses effect bevel/emboss dalam PC yang bagus pun dapat timbul ‘hang’.
- besar file yang dibuat membengkak
- warna yang dicetak tidak akurat (tidak sesuai dengan tampilan layar) pada beberapa jenis printer
- Terbatasnya gradasi yang dihasilkan antara warna yang satu dengan warna lainnya.
- Efek-efek dan variasi yang terbatas di CorelDraw.
- Tidak tepat bila digunakan untuk merekayasa foto.
- Dukungan SaveAs di CorelDraw yang terbatas
- dalam pembuatan objek table tidak semudah membuat table dalam MS Word. Yaitu dengan cara yang sangat manual
- apabila ada penggabungan objek vector dan photo/bitmap kualitas cetakannya kurang memuaskan, misalnya membuat cover buku yang terdapat objek text dan photo.
- kompatibilitas versi CorelDraw banyak kendala dalam sharing ke versi lainnya.
- Adobe Photoshop
Adobe Photoshop adalah software yang dibuat oleh perusahaan Adobe System, yang di khususkan untuk pengeditan foto atau gambar dan pembuatan effect. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh Fotografer Digital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar. Meskipun pada awalnya Photoshop dirancang untuk menyunting gambar untuk cetakan berbasis-kertas, Photoshop yang ada saat ini juga dapat digunakan untuk memproduksi gambar untuk World Wide Web. Beberapa versi terakhir juga menyertakan aplikasi tambahan, Adobe ImageReady, untuk keperluan tersebut.
Photoshop juga memiliki hubungan erat dengan beberapa perangkat lunak penyunting media, animasi, dan authoring buatan Adobe lainnya.
Kelebihan:
- Lebih familiar dan mudah digunakan dibanding software editing gambar selevel Adobe Photoshop.
- Membuat tulisan dengan effect tertentu.
Photoshop dapat mengubah bentuk tulisan menjadi lebih kreatif dan inovatif dengan tool effect yang ada didalamnya. Photoshop memiliki kemampuan untuk membaca dan menulis gambar berformat raster dan vektor seperti .png, .gif, .jpeg, dan lain-lain. Photoshop juga memiliki beberapa format file khas:
- PSD (Photoshop Document) format yang menyimpan gambar dalam bentuk layer, termasuk teks, mask, opacity, blend mode, channel warna, channel alpha, clipping paths, dan setting duotone. Kepopuleran photoshop membuat format file ini digunakan secara luas, sehingga memaksa programer program penyunting gambar lainnya menambahkan kemampuan untuk membaca format PSD dalam perangkat lunak mereka.
- PSB’ adalah versi terbaru dari PSD yang didesain untuk file yang berukuran lebih dari 2 Gb
- PDD adalah versi lain dari PSD yang hanya dapat mendukung fitur perangkat lunak PhotshopDeluxe.
- Membuat tekstur dan material yang beragam.
Dengan langkah-langkah tertentu, seorang Desainer dapat membuat gambar misalnya daun, logam, air, dan bermacam gambar lainnya. Fasilitas efek bisa ditambah.
- Mengedit foto dan gambar yang sudah ada.
Dengan Photoshop kita dapat merubah gambar kita jelek menjadi bagus ataupun sebaliknya. Selain itu juga Photoshop dapat merubah foto seseorang menjadi sebuah gambar kartun. Atau dalam Design Grafis disebut vector and vexel.
- Memproses materi Web.
Photoshop juga digunakan untuk keperluan web, misalnya: kompresi file gambar agar ukurannya lebih kecil, memotong gambar kecil-kecil (slice), dan membuat web photo gallery. Dengan Adobe Image Ready, gambar yang sudah ada bisa dibuat untuk keperluan web, misalnya menjadi rollover dan animasi GIF.
- Bisa menyimpan dalam berbagai format dengan berbagai kualitas gambar beserta resolusi dan ukurannya. File hasil editan bisa disimpan dalam format JPG dengan kualitas bagus.
Kelemahan:
- Kurang bagus untuk pembuatan desain majalah atau cetak brosur dengan banyak teks, karena tidak bisa membuat paragraf tulisan dengan sempurna.
- Ukuran penyimpanan file relatif besar bila terdapat banyak layer dan ukuran gambar yang besar.
- Proses cetak dalam ukuran kertas pada umumnya, atau ukuran kertas yang besar relatif lebih sulit.
- Akan lebih rumit ketika mengedit gambar dari banyak layer yang digabung.
- Dalam menciptakan Image, Adobe Photoshop hanya bisa digunakan untuk menciptakan Image yang statis, dan juga dengan berkembangnya versi Photoshop sekarang ini spesifikasi Komputer untuk menjalankan program Adobe Photoshop juga harus sudah tinggi dan yang pasti akan diimbangi oleh harga yang tinggi pula.
- Piranesi
Piranesi, seperti SketchUp, adalah program render NON-photorealistic. Namun, di mana SketchUp dapat dibatasi dalam mempengaruhi menghasilkan Piranesi dapat mengambil model SketchUp dan menambahkan indah, kualitas digambar tangan mempengaruhi. Pada dasarnya ini adalah versi 3D dari Photoshop untuk SketchUp. Program ini memang memiliki kurva belajar yang baik tapi datang dengan tutorial yang sangat baik.
Piranesi mengambil rendering 3D ke wilayah photorealistic dan artistik baru. Dorongan produktivitas dibandingkan dengan render di app 3D Anda sangat besar dan begitu adalah peningkatan kreativitas karena begitu mudah untuk bereksperimen. Dorongan yang lebih besar berasal dari kenyataan bahwa Anda tidak terbatas pada mengisi tetapi hanya bisa melukis ke permukaan objek 3D Anda untuk menghasilkan efek yang unik. Piranesi 4 menawarkan sejumlah perangkat tambahan di sini termasuk pilihan berbulu baru untuk alat Brush utama, berbagai cara pintas untuk mengubah ukuran kuas dan kemampuan untuk menentukan ukuran kuas sebagai persentase lebar gambar. The Painter alat, yang menghasilkan efek yang lebih artistik, juga mendukung perangkat tambahan ukuran dan menawarkan kontrol yang lebih baik atas penguncian dan muncrat. Anda juga dapat sekarang skala oleskan Painter ini tergantung pada informasi mendalam gambar itu meskipun, anehnya, ini terbatas untuk membuat oleskan lebih jauh lebih besar. Pengaturan Dinamis untuk berbagai stroke sepanjang panjangnya juga telah ditingkatkan untuk kedua Brush dan alat Painter.
Sejauh ini kita telah berbicara tentang penerapan cat, tetapi Piranesi istirahat lebih tanah baru dengan membiarkan Anda menerapkan sejumlah efek lain menggunakan alat yang sama persis. Misalnya Anda dapat mengembalikan, atau berbaur, asli membuat; menerapkan filter seperti kabur dan perubahan warna; dan mengeluarkan tepi dalam gambar Anda berdasarkan model 3D yang mendasari. Pilihan baru termasuk kemampuan untuk membawa keluar tepi berdasarkan perubahan warna, mode noda baru dan sejumlah filter baru untuk mengasah, menghaluskan dan mengurangi dan pengelompokan warna. Anda juga dapat memilih untuk memudar semua efek berdasarkan informasi 3D yang mendasari dan kontrol atas ini telah ditingkatkan dengan kemampuan untuk memudar baik untuk transparansi atau warna set (sangat berguna untuk efek langit lulus) dan secara otomatis pusat radial memudar mana Anda pertama kali klik. Dua jenis baru dari memudar pencahayaan, kerucut dan strip lainnya, juga telah ditambahkan ke retrospektif menambahkan pencahayaan realistis untuk adegan Anda.
Kekuatan efek canggih seperti membuka tidak diragukan lagi mengesankan, tetapi pengaturan mereka adalah kompleks dan Anda harus bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang tepat. Namun Piranesi menawarkan satu fitur menakjubkan yang permainan anak-anak untuk menggunakan dan yang manfaatnya langsung. Menggunakan alat Montage Anda dapat memuat apapun gambar bitmap lengkap dengan transparansi dan cukup klik di mana saja pada gambar Anda untuk menambahkan foto-realistis cut-out yang secara otomatis ukuran benar sesuai dengan posisinya di tempat kejadian dan secara otomatis bertopeng sehingga disembunyikan oleh setiap elemen yang muncul di depannya! Dengan dukungan untuk bayangan yang realistis, menambahkan orang atau vegetasi untuk adegan Anda tidak dapat lebih mudah, terutama karena potongan mengambang sekarang secara otomatis disimpan dalam file Epix daripada secara terpisah.
Versi 4 menambahkan dukungan untuk guntingan 3D.
Satu kelemahan tentu saja adalah bahwa guntingan bitmap adalah dengan datar sifatnya. Salah satu cara ini adalah dengan menggunakan konten RPC khusus yang berisi beberapa gambar miring dalam file yang sama. Dengan Piranesi 4 meskipun masalah ini sebagian besar diselesaikan dengan kemampuan untuk memuat dan tempat gambar 3D yang benar di 3DS, DXF, SKP atau format MAN. Pilih obyek ditempatkan dan Anda dapat dengan cepat reposisi, mengubah ukuran dan memutar itu sekarang dalam adegan Anda – ideal untuk hamburan furnitur realistis dan orang-orang di sekitar model arsitektur sederhana untuk segera membawanya ke kehidupan. Anda bahkan dapat geser dan klip objek dan menangani beberapa objek secara bersamaan. Sistem tentu tidak sempurna – beberapa file 3DS ditolak, itu masuk akal untuk menjaga poligon menghitung wajar, peta tekstur tidak didukung dan Anda hanya bisa melukis cut-out setelah mereka telah secara permanen dibakar ke TKP – tapi potensi membuka masih sangat besar.
Ya Piranesi unik, tapi apa yang membuatnya benar-benar istimewa adalah bahwa hal itu unik produktif dan kreatif.
10. SolidWorks
SolidWorks adalah software CAD 3D yang dikembangkan oleh SolidWorks Coorporation yang sekarang sudah diakuisisi oleh Dassault systemes. SolidWorks merupakan salah satu 3D CAD yang sangat populer saat ini di Indonesia sudah banyak sekali perusahaan manufacturing yang mengimplementasikan software SolidWorks. Selain digunakan untuk menggambar komponen 3D, Solidworks juga bisa digunakan untuk mendapatkan gambar 2D dari komponen tersebut dan bisa dikonversi ke format *.dwg yang dapat dijalankan pada program AutoCAD.
SolidWorks dalam pengambaran / pembuatan model 3D menyediakan feature-based, parametric solid modeling. Feature-based dan parametric ini yang akan sangat mempermudah bagi usernya dalam membuat model 3D. karena hal ini akan membuat kita sebagai user bisa membuat model sesuai dengan intiusi kita.
Solidworks dipakai banyak orang untuk membantu desain benda atau bangunan sederhana hingga yang kompleks. Solidworks banyak digunakan untuk merancang roda gigi, mesin mobil, casing ponsel dan lain-lain. Fitur yang tersedia dalam solidworks lebih easy-to-use dibanding dengan aplikasi CAD lainnya. Bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di jurusan tehnik sipil, tehnik industri dan tehnik mesin sangat disarankan untuk mempelajari solidworks. Karena solidworks sangat sesuai dengan kebutuhan mahasiswa yang mengambil tiga jurusan tersebut dan yang paling utama proses penggunaan solidworks lebih cepat dibanding vendor-vendor software CAD lain yang lebih dulu hadir. Anda juga dapat melakukan simulasi pada desain yang Anda buat dengan solidworks. Analisi kekuatan desain juga dapat dilakukan secara sederhana dengan solidworks. Dan yang paling penting, Anda dapat membuat desain animasi menggunakan fitur yang telah disediakan solidworks.
Keunggulan Solidworks dengan yang CAD software yang lain diantaranya adalah :
- Tampilan/ Graphic User Interface (GUI)-nya yang user-friendly. Command-command/feature-featurenya tampak lebih menarik sekali, berbeda saat kita bermain dengan pro/Engineer misalnya, dan juga penanganannya/handle-nya tak se-susah di CATIA.
- Mampu menyediakan sketsa 2D yang dapat diupgrade menjadi bentuk 3D.
- Relatif lebih ringgan run di computer, dalam artian tidak memerlukan memory komputer yang terlalu besar. Compare to Pro/Engineer and CATIA.
- Pendapat dari teman, bisa buat sketch apa saja di solidworks. Constraint-nya tak seketat di Pro/Engineer.
Tampilan SolidWorks 2010












No comments:
Post a Comment